Legenda dan Sejarah Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan

Legenda dan Sejarah Candi Prambanan – Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia yang sudah sangat dikenal wisatawan dalam negeri ataupun wisatawan manca negara. Jika anda ke Jogja, rasanya kurang puas jika tidak singgah ke komplek candi Prambanan ini, karena candi ini mempunyai bangunan yang kokoh dan megah karena memiliki ketinggian yang menjulang 47 meter atau lebih tinggi 5 meter dibanding candi Borobudur. Disamping bangunan yang megah candi ini juga mempunyai arsitektur klasik dan juga relief – relief yang indah.

Candi Prambanan dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Wangsa Manggala pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan dan Raja Rakai Balitung. Pembuatan candi inipun sebenarnya untuk menunjukkan bahwa Hindu pernah berjaya di tanah Jawa. Sejak tahun 1991 candi ini ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar budaya negata atau biasa dikenal dengan “World Wonder Heritage”.

Letak dan Tiket Masuk Candi Prambanan

Pintu Masuk Candi Prambanan

Candi Prambanan ini berada di kompleks seluas 39,8 ha yang letaknya sekitar 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta tepatnya Jalan Raya Jogja – Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta 55571, Indonesia. Untuk harga tiket masuk candi Prambanan (diupdate terakhir Mei 2017) untuk wisatawan lokal dibanderol Rp. 40.000 (dewasa) dan Rp. 20.000 (anak – anak), sedangkan untuk wisatawan WNA/mancanegara harga tiket masuk candi Prambanan dibanderol 25 USD (dollar Amerika).

Galeri Foto dan Gambar Candi Prambanan

Berikut beberapa gambar foto candi Prambanan yang kami dapat dari beberapa sumber termasuk website lain, jika ada gambar anda yang tidak berkenan kami publikasikan disini, mohon kontak kami melalui halaman “kontak kami”. Gambar – gambar candi Prambanan dibawah dimaksudkan untuk memberi anda gambaran tentang indah dan megahnya candi Prambanan, apalagi kalau ditonton secara langsung.

 

Asal Usul, Legenda dan Sejarah Candi Prambanan

Candi Prambanan sering disebut sebagai Candi Rara Jonggrang adalah karena berdasarkan legenda yang tersebar dimasyarakat Jawa. Alkisah dulu ada seorang Pangeran yang jatuh hati kepada seorang putri raja yang cantik jelita, pangeran tersebut bernama Bandung Bondowoso sedangkan putri raja bernama Rara Jonggrang. Rara Jonggrang ini sebenarnya tidak menyukai Bandung Bondowoso, namun karena takut menolak cinta dari Bandung Bondowoso, akhirnya Rara Jonggrang mengajukan suatu syarat berat jika ingin memilikinya. Syarat yang diajukan tersebut ialah, Bandung Bondowoso harus membuat candi dengan 1000 arca dalam waktu yang singkat, yaitu sehari.

Permintaan tersebut disanggupi dan benar saja, sebenarnya syarat membuat candi dengan 1000 arca ini hampir selesai, namun karena Rara Jonggrang sebenarnya tidak suka dengan Bandung, akhirnya Jonggrang menyuruh warna untuk menumbuk pagi dan membuat api yang besar agar suasana seperti pagi hari. Karena Bandung Bondowoso merasa dicurangi, iapun tidak terima karena arca yang terbuat baru 999, sehingga ia mengutuk Rara Jonggrang menjadi arca yang ke-1000.

Di halaman utama candi Prambanan terdapat tiga candi utama, yakni candi Wisnu, candi Brahma dan candi Siwa yang mana ketiga candi ini merupakan lambang Trimurti pada kepercayaan agama Hindu. 3 Candi utama tersebut menghadap ke timur dan juga setiap candi ini memiliki candi pendamping yang menghadap ke barat, yakni Candi Garuda untuk Wisnu, Angsa untuk Brahma dan Nandini untuk Siwa. Selain candi pendamping tersebut, masih ada candi – candi yang mengelilingi masing – masing candi utama, yakni 2 candi apit, 4 candi kelir dan 4 candi sudut. Candi – candi tadi baru yang ada dihalaman utama, sedangkan untuk halaman kedua masih terdapat 224 candi lagi.

Ketika anda masuk ke candi Siwa (bangunannya paling tinggi dan terletak ditengah), anda akan menemukan 4 ruangan. Dalam ruangan pertama diisi oleh arca Siwa, dan untuk 3 ruangan lain berisi arca Ganesha (putra Siwa), arca Agastya (guru Siwa) dan ruangan terakhir diisi arca Durga (istri Siwa), nah arca Durga inilah yang dalam legenda yang kami ceritakan diatas disebut – sebut sebagai arca Roro Jonggrang.

Di sebelah utara dari Candi Siwa, anda akan menemukan candi Wisnu, didalam candi Wisnu anda hanya akan menemukan 1 ruangan berisi arca Wisnu, demikian juga pada candi Brahma yang letaknya di selatan candi Siwa anda hanya akan menemukan 1 ruangan yang berisi arca Brahma.

Dari 3 candi pendamping, yang cukup memikat adalah candi Garuda (Pendamping Wisnu) yang menyimpan kisah tentang sosok Garuda, yaitu manusia setengah burung. Dalam mitologi hindu, Garuda ini mempunyai ciri – ciri memupunyai wajah putih, bertubuh emas, dan mempunyai sayap (berwarna merah) dan paruh seperti elang dan merupakan burung mistis. Garuda ini diperkirakan sebagai adaptasi hindu dari sosok Bennu dalam mitologi Mesir kuno yang mempunyai arti Terbit/Bersinar yang mana biasanya diasosiasikan dengan dewa Re dan juga dalam mitologi Yunani kuno dikenal dengan nama Phoenix.

Garuda ini cukup memikat karena dalam cerita ia menyelamatkan ibunya dari kutukan kakak garuda (terlahir cacat) bernama Aruna dengan cara mencuri air suci pada dewa yaitu Tirta Amerta. Cerita inilah yang dikagumi banyak orang sehingga sosoknya banyak digunakan, seperti di Indonesia yang digunakan sebagai lambang Negara. Konon katanya dicandi inilah pencipta lambang Negara mencari inspirasi. Selain Indonesia negara lain yang menggunakan sosok Garuda ini adalah Thailand, namun mempunyai tampilan dan bentuk yang berbeda dengan Indonesia dan juga di Thailand ini Sosok garuda dikenal dengan istilah Pha Krut atau Krut.

Selain Arsitektur candi dan arca, yang membuat candi Prambanan menarik untuk dikunjungi adalah reliefnya. Relief yang paling terkenal adalah tentang kisah Ramayana. Bahkan merunut para ahli, cerita yang tergambar di relief ini mirip dengan kisah Ramayana yang kita ketahui dari tradisi lisan. Selain relief ramayana ada juga relief lain yang menarik yaitu relief pohon kalpataru (pada candi Prambanan digambarkan mengapit singa) yang dalam kepercayaan agama Hindu yaitu pohon kehidupan, keserasian lingkungan dan kelestarian sehingga banyak yang menganggap masyarakatnya mempunyai kearifan dalam mengelola lingkungan.

Di Indonesia Kalpataru ini digunakan untuk lambang Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), di Bali pun Relief Kalpataru di candi ini juga digunakan untuk mengembangkan konsep Tri Hita Karana (untuk pelestarian lingkungan), dan yang membuat relief ini lebih mendunia adalah sosok pohon ini juga ditemukan pada gunungan wayang yang biasa digunakan saat pembukaan acara wayang.

Selain sosok – sosok diatas, pada relief candi Prambanan juga terdapat beberapa relief burung. Salah satu relief yang mengundang pertanyaan adalah adanya sosok burung Kakatua Jambul Kuning atau Cacatua Sulphurea yang harusnya hanya berada di pulau Masakambing (pulau yang berada di tengah laut Jawa), sehingga menarik pertanyaan, “Apakah burung Kakatua Jambul Kuning ini dulu juga ada di Yogyakarta ?”, hal tersebut masih menjadi misteri sampai saat ini.

Cerita dan juga keindahan candi Prambanan ini sangat menarik untuk diketahui, jika anda ingin mengetahui cerita lain dari arca, relief serta arsitektur kuno lainnya, silahkan kunjungi wisata candi Prambanan yang berada di kota Yogyakarta ini. Terima kasih sudah berkunjung ke website telanjangidunia.com, semoga artikel tentang Sejarah Candi Prambanan ini bisa bermanfaat untuk anda.

Leave a Reply